Selamat datang di blog saya

Terima kasih sudah mau berkunjung di blog saya ini. Alangkah bijaksananya teman-teman menyertakan nama blog saya jika meng-copy isi materi blog saya ini.

Sabtu, 11 Februari 2012

Letusan Gunung Berapi Terdahsyat

 Gunung
Letusan Gunung Paling Dahsyat dan Memakan Banyak Korban di Dunia

Berikut ini saya akan menyajikan informasi tentang beberapa gunung yang meletus paling dahsyat dan korban jiwa yang disebabkan oleh letusan gunung tersebut. Ini saya kutip dai buku : Dunia Ini Penuh Misteri karya Da Indri Toni

 
1 : Gunung Krakatau, Indonesia
 Krakatau (Krakatoa) merupakan pulau vulkanis yang still dangerous, yang terletak di Selat Sunda, Indonesia. Sekitar 26-27 Agustus 1883, Krakatau meledak. Ledakannya sampai terdengar ke Perth, Australia. Ledakan ini memiliki kekuatan 13.000 kali lebih besar daripada bom Hiroshima.
Muntahan lebih dari 21 km3 batu dan debu membumbung hingga setinggi 70 mil. Secara resmi, lebih dari 37.000 orang tewas. Namun, dengan tsunami yang ditimbulkannya, jumlah korban sepertinya bisa lebih banyak lagi.
Selama berhari-hari, Jawa dan Sumatera mengalami hujan abu dahsyat yang menyebar hampir keseluruh dunia. Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 km3. Semburan debu vulkaniknya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran Pulau Jawa dan Sumatera, bahkan sampai Sri Lanka, India, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru.
Hampir seluruh dunia merasakan dampak dari peristiwa ini. Dunia mengenalnya sebagai letusan gunung paling mengerikan yang pernah terjadi.

2 : Mount Lamington, Papua Nugini

Gunung berapi Mount Lamington dengan ketinggian 1.680 m terletak di provinsi Oro, Papua Nugini. Sebelum terjadi letusan pada 18 Januari 1951, penduduk setempat mengira gunung tersebut hanyalah gunung biasa yang tidak memiliki daya ledak dahsyat. Lahar dan asap muncul dari gunung ini. Lalu, tiga hari kemudian, sebuah ledakan sangat besar yang berasal dari sisi utara menyebabkan langit ditutupi oleh debu tebal dan gerimis magma bercampur uap sulfur. Beberapa bulan kemudian, getaran dan letusan terus berlanjut hingga radius 10 mil. Ledakan itu menyebabkan hampir 3.000 orang meninggal.
Kita bisa membayangkan, Papua Nugini, dengan persebaran penduduk yang terbatas, letusan gunung Mount Lamington tetaplah sebuah bencana dahsyat dan sangat luar biasa.

3 : Papandayan, Indonesia

Papandayan adalah sebuah gunung berapi semiaktif yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Pada tahun 1772, gunung barapi ini meletus dan menghancurkan setidaknya 40 desa yang ada di sekitarnya. Sewaktu itu, lebih dari 3.000 orang terbunuh. Gunung berapi tersebut diperkirakan masih sangat berbahaya, serta terus mengeluarkan asap dan letusan-letusan pada tahun 1923 dan 1942. Gunung itu terus meningkatkan kekuatannya pada tahun 2002.
Bayangkan saja bila kejadian dahsyat ini terjadi pada masa kini, tentu saja jumlah korban dan dampak yang ditimbulkannya akan jauh lebih besar ketimbang pada tahun 1772, yang jika dikalkulasikan, jumlah penduduknya tidak lebih dari sepertiga penduduk sekarang.

4 : Gunung Unzen, Jepang

Gunung Unzen yang terdiri atas beberapa lapis stratovolcanoes terletak di daerah Kyushu, Jepang. Gunung berapi setinggi 1.500 m ini masih aktif hingga sekarang. Pada tahun 1792, beberapa kubah lahar roboh, sehingga menyebabkan tsunami, yang memakan korban lebih dari 15.000 orang.
Sebuah letusan terbaru yang terjadi pada tahun 1991 juga membunuh lebih dari 40 orang, yang menyebabkan kerusakan luar biasa pada bangunan-bangunan di sekitarnya. Beruntunglah jepang memiliki teknologi yang canggih dalam menangani bencana tersebut sehingga tidak memakan korban jiwa sampai ribuan orang.

5 : Nevado Del Ruiz, Kolombia

Nevado Del Ruiz adalah gunung yang terletak di Kolombia. Gunung ini dikenal karena laharnya, yaitu mud-flow atau longsoran yang terdiri atas air dan material pyro-clastic yang mengalir dan sangat mematikan. Pada tahun 1595, sebanyak 635 orang terbunuh setelah lumpur mendidih seperti dituangkan ke dalam Sungai Guali dan Lagunillas. Pada tahun 1845, lebih dari 1.000 orang tewas dikarenakan hal yang sama.
Kota Armero dibangun diatas magma yang mongering. Pada tahun 1985, letusannya mengalirkan lahar dengan kecepatan 40 mil per jam, dan menguburkan kota yang lama. Hampir seluruh populasi menghilang, dan membunuh sekitar 23.000 orang di sana.

6 : Gunung Kelud, Jawa, Indonesia

Gunung Kelud terakhir beraksi pada Oktober 2007. Saat itu, sebanyak 30.000 orang di sekitarnya diungsikan ke daerah yang lebih aman. Hingga akhir tahun, Kelud memuntahkan debu sampai jarak 8 mil, namun tidak sampai meletus dan menimbulkan bencana besar.
Tercatat beberapa letusan gunung ini yang menimbulkan korban yang tak sedikit. Pada tahun 1919, lumpur lahar telah membunuh lebih dari 5.000 orang pada masa tersebut. Sejak itu, Terowongan Ampera, suatu sistem pengeringan untuk menampung banjir lahar dari kawah Kelud, pun dibangun.
Sebelumnya, Gunung Kelud juga telah memakan korban lebih dari 10.000 orang ketika gunung itu meletus pada tahun 1586. Bayangkan saja bila kejadian itu menimpa masyarakat pada waktu yang bersamaan dengan letusan gunung di Kolombia. Tentunya, kita bisa menduga dampak dan akibatnya, bukan ?

Nah, sekian dulu postingan kedua saya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca dan terima kasih atas kunjungannya ke blog saya ini.